Perhutani KPH Tasikmalaya Raih Apresiasi Bupati Tasikmalaya atas Pengembangan Agroforestri Kopi

Lingkungan Tanggal: 2026 - 07 - 30 142 views Penulis: Nabiel
Perhutani KPH Tasikmalaya Raih Apresiasi Bupati Tasikmalaya atas Pengembangan Agroforestri Kopi
TASIKMALAYA, PERHUTANI (30/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya terus memperkuat pengembangan agroforestri kopi sebagai bentuk pengelolaan kawasan hutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., saat meninjau lokasi budidaya tanaman kopi dan proses pengolahan kopi di Petak 2a Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagerageung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tasikmalaya, Kampung Bunar, Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/07).

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, didampingi Asper/KBKPH Tasikmalaya, Ryan Metika Prasetyo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida ESP, beserta jajaran, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pagerageung, Polsek Pagerageung, serta Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bunar Sukapada, Dudung Muhaemin.

Melalui pola agroforestri, Perhutani memberikan ruang kelola kepada masyarakat sekitar hutan untuk mengembangkan tanaman kopi di bawah tegakan dengan tetap mempertahankan fungsi utama kawasan hutan. Pendekatan ini menjadi salah satu bentuk pengelolaan hutan produktif yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan, khususnya dalam menjaga sumber mata air dan keberlanjutan ekosistem di kaki Gunung Cakrabuana.

Wakil Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen menghadirkan pengelolaan hutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kolaborasi dan pemberdayaan kelompok tani hutan.

“Agroforestri kopi merupakan salah satu bentuk nyata peran Perhutani dalam menghadirkan manfaat hutan bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan ruang di bawah tegakan, masyarakat dapat mengembangkan komoditas kopi secara produktif tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan hutan,” ujar Rodiana.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan kopi tidak terlepas dari sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Dinas Pertanian, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Bunar Sukapada.

“Perhutani akan terus memperkuat pendampingan dan membuka ruang kolaborasi agar kopi yang dikembangkan masyarakat memiliki kualitas dan nilai tambah yang semakin baik. Hutan harus mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang,” tambahnya.

Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP. memberikan apresiasi kepada Perhutani KPH Tasikmalaya, Bank Indonesia Tasikmalaya, Dinas Pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok tani kopi.

“Saya mengapresiasi Perhutani KPH Tasikmalaya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Dinas Pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang konsisten mendampingi dan membina kelompok tani kopi. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menghasilkan kopi berkualitas, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan selaras dengan kelestarian alam.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempunyai prinsip bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan. Kawasan hutan menyediakan sumber daya alam yang esensial bagi keberlangsungan hidup kita. Lokasi tanaman kopi ini berada di kaki Gunung Cakrabuana, sehingga salah satu yang perlu kita jaga adalah sumber mata airnya. Dalam budidaya kopi masyarakat harus tetap menjaga kelestarian hutan, tidak menggunakan pupuk kimia serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari unsur tanah,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bunar Sukapada, Dudung Muhaemin menyampaikan bahwa masyarakat sekitar hutan telah hidup berdampingan dengan kawasan Perhutani selama puluhan tahun dan memiliki komitmen untuk menjaga kelestariannya.

“Masyarakat Bunar Sukapada telah hidup berdampingan dengan kawasan hutan selama puluhan tahun dan berkomitmen menjaga kelestariannya. Budidaya kopi memanfaatkan lahan di bawah tegakan sehingga pohon utama tetap terjaga,” ungkap Dudung.

Dudung juga menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan dukungan yang diberikan Perhutani bersama para mitra sehingga pengembangan kopi Bunar Sukapada terus berkembang.

Melalui pengembangan agroforestri kopi di kawasan Perhutani KPH Tasikmalaya, kolaborasi antara Perhutani, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Bank Indonesia, dan masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan hutan secara lestari mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan. (Kom-PHT/Tsm/Irbas)